Operator Saling Sikut di Bulan Puasa


Setelah mereda, klaim tarif paling murah antar operator kembali memanas di bulan puasa saat ini. Operator CDMA dan GSM saling berebut persepsi sebagai penyedia tarif paling murah.

Saling sikut paling keras dilakukan oleh operator XL dan Esia. Setelah mengumumkan jumlah pelanggannya akan menggusur Indosat, XL mengeluarkan program dengan tajuk 'Paket XL Harga CDMA' untuk pelanggan prabayarnya.

Program itu sengaja dirancang XL untuk menunjukkan tarif selular GSM bisa lebih murah dibanding tarif CDMA. VP Regional Jabodetabek XL Dedi Siraith memberikan bukti, melalui paket itu tarif telepon lokal ke sesama XL hanya Rp 72 per menit.

“Berarti tarif itu lebih murah 10% dibanding operator CDMA yang katanya Rp 80 per menit sudah paling murah," katanya di Jakarta, kemarin. XL mengaku sudah siap jika terjadi peningkatan okupasi jaringan dengan adanya program itu. Pasalnya jaringan XL terutama di Jabotabek yang terpakai saat ini tidak sampai 75%.

Klaim tarif GSM lebih murah dari CDMA itu ditentang keras Esia. Layanan milik Bakrie Telecom itu membuat program agar pelanggannya bisa membuktikan tarif GSM mahal. Caranya Bakrie Telecom membebaskan pelanggannya menggunakan tarif yang ditawarkan operator GSM yang mengaku paling murah di layanan Esia.

Melalui program BisPak, pelanggan Esia bisa memilih tarif GSM manapun untuk digunakan di nomornya. Selain itu Esia masih menambahkan diskon 10% dari tarif GSM yang digunakan.

Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Erik Meijer mengatakan alasan mengeluarkan program itu karena Esia peduli pada konsumen telepon selular Indonesia.

“Ada kenyataan banyak masyarakat yang mengira GSM lebih murah. Apalagi operator GSM sangat agresif memperkenalkan tarifnya diiringi dengan tarif provokatif seperti Rp 0,1. Padahal tarif itu mengandung banyak syarat dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Erik membantah keras tarif GSM lebih murah dari CDMA. Ia menyebut tarif GSM malahan 3 kali lebih mahal untuk panggilan lintas operator, dan bisa lebih mahal 22 kali untuk panggilan ke sesama operator.

Ia mengatakan Esia siap menghadapi tantangan perang tarif jika operator GSM menyerang balik dengan menurunkan tarifnya. Menurut Erik serang menyerang antara provider itu sudah biasa.

Esia juga tak gentar dengan kelebihan GSM yang lebih nyaman digunakan di luar kota tanpa registrasi. Erik mengatakan pihaknya mengusung strategi menjadikan Esia sebagai produk dengan tarif yang kompetitif tapi dengan jangkauan yang lebih luas.

Kurang fleksibelnya Esia dibawa keluar daerah, kata Erik karena lisensi Esia memang Fixed Wireless Acces. Tapi dengan lisensi jenis ini, justru memungkinkan Esia menawarkan tarif yang rendah.

“Keuntungan Esia tidak besar, tetapi dengan menggunakan teknologi yang efisien dan hemat dan dengan menghemat pengeluaran perusahaan adalah salah satu kelebihan Esia agar dapat terus bersaing dan tetap melebarkan bisnisnya,” tandasnya.

Ia menambahkan Esia akan meningkatkan jumlah virtual number untuk di luar kota. Untuk itu Esia telah meningkatkan kapasitas jaringan hampir 2 kali lipat dari pelanggan pada saat ini yang berkisar 8 juta. “Kami menargetkan bisa meningkatkan jumlah pelanggan hingga 10,5 juta hingga akhir tahun,” timpalnya. (inilah.com)

Comments :

0 komentar to “Operator Saling Sikut di Bulan Puasa”

Posting Komentar

Photobucket